Saat ini, memulai saham pemula itu mudah, yaitu dengan melalui online. Tentu saja jika ingin membeli saham secara online, perlu aplikasi terpercaya agar nanti modal yang telah ditanamkan bisa menumbuhkan keuntungan.

Jika ingin berinvestasi pasar modal saham online, platform yang terpilih sudah harus resmi dan terdaftar di OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Jika sudah terdaftar, sudah pasti aman berapa saja Anda berinvestasi.

Tapi perlu berhati-hati, setelah Anda membeli perlu juga mengelolanya dengan baik. Saham pemula agar tumbuh dengan keuntungan besar, bila dikelola secara maksimal serta mampu mengurangi risiko. Beginilah caranya yang bisa diketahui.

7 Strategi Sukses Mengelola Saham Pemula Hingga Untung

Tidak ada salahnya baru mencoba saham untuk pemula, tapi sudah memikirkan kehidupan di masa tua dengan status financial freedom. Jadikan saja motivasi mulai dari sekarang untuk terus semangat berinvestasi.

Kini, berinvestasi tidak hanya dilakukan oleh orang kaya saja. Anda yang masih menjadi karyawan kontrak dengan gaji tidak begitu besar juga bisa melakukan investasi saham.

Asalkan mau sabar dan konsisten, nanti hasilnya bisa dipetik di kemudian hari. Apalagi jika ingin untung, ada baiknya menggunakan investasi jangka panjang.

Tidak masalah melakukan deposit sedikit demi sedikit tiap bulannya. Nanti juga ada prospek keuntungan yang diraih.

Saham adalah surat yang membuktikan kepemilikan beberapa persen bagian modal dari sebuah perusahaan. Menjadi bukti juga bahwa Anda memiliki hak atas aset dari perusahaan tersebut.

Dengan berinvestasi saham, berarti Anda mengklaim kepemilikan sebagian perusahaan terbuka. Tujuan dari investasi saham adalah financial freedom.

Artinya, investor memiliki keinginan agar keuangannya lancar di masa depan dengan passive income yang didapat dari usaha investasinya di masa lalu.

Untuk bisa mencapai keuntungan tersebut, maka Anda perlu melakukan strategi saham pemula, diantaranya adalah :

  1. Tentukan Sumber Dananya

Kegagalan investor biasanya karena mereka sedari awal tidak menentukan sumber dana investasinya.

Lebih baik, Anda memisahkan uang investasi dengan kebutuhan pokok. Jadi, tidak akan tercampur karena sudah memiliki tujuannya masing-masing.

Selanjutnya, jika memang investasi saham pemula yang Anda lakukan untuk jangka panjang, pilih jangka waktunya. Setiap perusahaan sekuritas memiliki jangka waktu investasi berbeda-beda.

  1. Cari Tahu Profil Risiko yang Akan Dihadapi

Strategi selanjutnya jika ingin sukses menanamkan modal Anda di saham adalah toleransi investor dalam risiko penanaman modal pada saham tersebut.

Tingkat risiko dari investasi saham ada yang rendah, sedang dan tinggi. Semakin tinggi prospek keuntungannya, tentu akan semakin tinggi pula risiko yang akan ditanggung.

Ketika Anda mengambil jangka panjang, memang profitnya lama datangnya. Namun, itu justru tergolong aman dan bisa terhindar dari risiko tinggi.

  1. Lakukan Diversifikasi Pada Instrumen Investasi

Jika Anda sudah paham beberapa risiko yang akan terjadi ketika berinvestasi pada saham, pasti akan melakukan strategi paling bagus.

Salah satunya adalah dengan melakukan diversifikasi pada saham. Tapi biasanya yang melakukan strategi ini, bukanlah pemilik saham pemula.

Mereka biasanya para investor yang telah lama dan paham dengan saham. Lalu, memutuskan investasi saham lebih dari satu saham. Bisa dibilang menyebarkan dana agar bisa mengurangi risiko tinggi.

Ketika menyebarkan dana, Anda juga harus pilih secara selektif harus menanamkan sana ke perusahaan mana yang kemungkinan, memiliki prospek bagus.

  1. Jangan Cepat Mempercayai Rumor atau Isu-Isu

Sering sekali para investor saham pemula akan gagal sebelum memperoleh keuntungan sesuai target. Hal itu karena mereka terlalu percaya dengan isu-isu yang beredar di masyarakat.

Akibatnya, ada keraguan yang muncul dari dalam diri sendiri. Sehingga tidak ingin melanjutkannya karena enggan rugi

Ada cara paling mudah yang bisa Anda lakukan agar tidak percaya dengan rumor yang ada, yaitu :

  • Investor harus menguatkan latar belakang kenapa memilih saham dari perusahaan tersebut.
  • Riset mendalam juga tentang latar belakang dari perusahaan yang ingin Anda beli sahamnya.
  • Bagaimana portofolio dari perusahaan tersebut.
  • Cari informasi yang pasti dari sumber terpercaya agar nanti tidak kena hoax.

 

Perlu diketahui pula, biasanya rumor itu muncul ketika ada sebuah berita yang dibagikan ke media sosial, tapi hanya berupa potongan saja. Itu bisa membuat investor saham pemula langsung goyah.

  1. Jangan Terlalu Pusing Memikirkan Price Earning Ratio

Price Earning Ratio atau biasa disebut dengan perbandingan harga laba saham memang menjadi topik utama ketika Anda membeli saham.

Ini memang rasio populer yang digunakan oleh para investor untuk menilah murah mahalnya suatu harga saham.

Memang, menganalisa PER ini sangat baik karena bisa mengurangi risiko tinggi untuk investasi jangka panjang. Akan tetapi, terlalu memikirkan PER ternyata tidak baik.

Alasannya, karena itu akan menjadi beban pikiran untuk Anda. Kenapa PER tidak perlu dipikirkan begitu serius?

  • Pertama, jika PER rendah, belum tentu harga saham milik Anda akan menjadi murah.
  • Dan yang kedua, jika PER tinggi, belum tentu juga nanti harganya akan mahal.

Jadi, untuk memilih sisi amannya, Anda perlu menggabungkan dengan analisis lainnya. kemudian, koneksikan dengan Price Earning Ratio agar memastikan saham yang diinvestasikan itu.

  1. Jangan Lupa Perhatikan Pajak Investasinya

Kemudian jika ingin menanamkan saham pemula juga perlu memperhatikan pajak investasinya itu berapa. Jika Anda berinvestasi pada platform resmi, tentu ada pajak yang dibebankan kepada investornya.

Untuk itu, agar tetap bisa untung jangan salah ambil langkah hingga membuat diri sendiri merugi.

Sebelum membeli, memang ada baiknya untuk menganalisis pajak yang diberlakukan pada perusahaan sekuritas tersebut. Jadi, bisa menghitung potongan secara akurat atas investasi yang dilakukan itu.

Jika bisa, cari jenis saham dari perusahaan yang pajak sahamnya mematok pajak kecil. Hal ini kembali pada tujuan investasi saham, yaitu mengumpulkan dan mengamankan dana.

  1. Ikuti Tips Berinvestasi Saham Para Profesional

Akhirnya telah berada di bagian terakhir mengenai cara mengelola saham pemula dengan baik. Cara terakhir ini adalah mengikuti tips berinvestasi para profesional.

Perlu diketahui, tokoh investasi itu ada banyak. Contohnya Peter Lynch, Warren Buffet dan Lo Kheng Hong.

Mereka memiliki tips ampuh agar investasi yang dilakukan bisa berjalan sukses, yaitu dengan cara :

  • Sabar, biatkan perusahaan berkembang. Karena perkembangan perusahaan itu tidak bisa terjadi hanya dalam waktu semalam.
  • Kemandirian dan tidak bergantung pada orang lain. Cobalah untuk mandiri mencari informasi yang berkaitan dengan saham.
  • Toleransi terhadap rasa sakit. Seperti yang diketahui, investasi itu pasti ada risikonya. Jika Anda bisa toleran maka akan bangkit dengan cepat.
  • Lalu yang keempat memiliki kemauan untuk melakukan riset secara mendalam dan juga independen. Ini perlu dilakukan sebelum membeli saham agar nanti tidak menyesal.

Memang investasi mengajarkan banyak hal untuk para investornya. Maka dari itu, teguhkan sifat pada diri dan pilih perusahaan saham pemula yang bisa membantu Anda mengawali setoran dana tanpa ada rasa takut.